Uncategorized


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak warga Jakarta untuk menjadikan ibu kota sebagai contoh keberhasilan mengelola perubahan dan keberlangsungan.

Dalam pidatonya pada peresmian pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43 di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Kamis malam, Presden berharap di tengah perkembangan sangat pesat menjadi kota megapolitan, Jakarta tetap memelihara identitasnya yang khas dan unik.

Tidak hanya dibanggakan karena perkembangan dan kemajuan fisiknya, Kepala Negara juga berharap penduduk dan budaya membuat Jakarta menjadi kian nyaman sebagai tempat tinggal dan beraktivitas bagi seluruh penghuninya.

“Oleh karena itu di hari ulang tahun kota ini saya mengajak warga Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai contoh keberhasilan mengelola perubahan dan keberlangsungan, `change dan continuity`,” ujarnya.

Presiden pun mengajak semua warga Jakarta untuk membudayakan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan melalui penghematan penggunaan energi dan pemanfaatan sistem transportasi yang lebih efisien dan bebas polusi.

Kepala Negara juga mengajak warga Jakarta untuk mendaurulang limbah dan sampah di wilayah ibukota dengan cara-cara yang lebih bersahabat kepada pelestarian lingkungan.

“Mari kita lanjutkan upaya kolektif kita untuk mengurangi dampak pemanasan global dengan antara lain terus mengampanyekan penanaman dan pemeliharaan pohon,” ujarnya.

Sumber: http://www.antaranews.com

Empat Presenter Muda Dari TVRI Yang Kian Laris

KabarIndonesia – Profesi presenter kian menjanjikan. Merebaknya tayangan infotainment dan berbagai program talk show di televisi menjadikan profesi ini makin diminati banyak kalangan termasuk selebriti. Tak heran jika wajah-wajah presenter muda makin seringkali tampil di layar kaca dengan honor yang kabarnya cukup fantastik, mencapai Rp 10 – Rp 25 juta per episode.

Di tengah persaingan cukup ketat di dunia hiburan, profesi yang tak hanya mengandalkan kepandaian cuap-cuap ini kini ‘dikuasai’ beberapa nama anak-anak muda seperti Coreta Kapoyos, Wardahnia, Marsulina Sihombing dan Dewa Pradnyana.

Keempat presenter muda yang seringkali tampil di berbagai program acara Televisi Republik Indonesia (TVRI) ini disebut-sebut sebagai presenter paling laris. Semakin banyaknya televisi swasta maupun lokal yang bermunculan di Tanah Air membuat industri penyiaran ini membutuhkan tenaga andal yang siap pakai dan kompeten. Termasuk kebutuhan akan presenter atau pembawa acara yang akhirnya membuat profesi ini menjadi impian banyak orang.

Kini impian banyak orang untuk tampil di depan layar tentu tak hanya sekadar mimpi. Sebab sekolah presenter sudah dapat menjawab kebutuhan mereka yang berminat mencari peruntungan di dunia penyiaran. Kendati demikian, agar seorang presenter semakin mampu malang melintang di dunia pertelevisian, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.

Coreta, demikian ia memperkenalkan diri. Ya, sebuah nama yang unik. Nama yang pas untuk pemilik raut wajah anggun dan menyajikan keramahan. Lesung pipitnya terukir jelita mengiringi senyumnya yang terkembang, anugerah dari dewa yang telah berbaik hati memberinya keindahan dan kecintaan. Dengan suaranya yang khas ia memaparkan sebagian dari cerita karir hidupnya. Mengawali dunia broadcasting pada tahun 1988, Coreta kini adalah salah satu presenter dan penyiar senior di stasiun TVRI Nasional. Perempuan energik ini seakan tidak kenal lelah dan tidak ada istilah capek dalam kamus hidupnya.

Memang, selain menjadi penyiar, Ia menghabiskan waktu senggangnya menerima permintaan menjadi presenter dibanyak tempat. Hampir sepertiga negeri ini seakan telah mengetahui kemampuan MC-nya. Si cantik ini dianugerahi kombinasi sempurna antara kecantikan, keanggunan dan kemampuan. Hmm, tidak heran bila banyak mata mencuri pandang kearahnya. Coreta Kapoyos wanita kelahiran Manado, Sulawesi Utara mengawali kariernya sebagai seorang reporter itu membagikan kiat suksesnya menjadi seorang presenter.

1. Mengikuti perkembangan isu Seorang presenter harus selalu mengikuti perkembangan isu yang sedang beredar di sekitarnya. Langkah ini tentu dilakukan dengan tujuan agar mereka dapat nyambung dalam setiap topik pembicaraan, sehingga terjalin komunikasi dua arah dan tidak hanya berdiam diri saja.

2. Penguasaan lapangan atau studio Sebaiknya sebagai calon presenter muda dan berbakat, jangan hanya terpaku pada studio televisi. Anda pun dapat menjadikan studio sebagai rumah dengan narasumber diibaratkan sebagai seorang ‘tamu’. Sehingga Anda harus menjamunya dan mencari informasi sedalam-dalamnya mengenai berita yang ingin digali lebih dalam. Selain itu agar hasil yang Anda peroleh dapat maksimal.

3. Jangan panik Kadang saat sedang berada di depan kamera, seorang pembawa acara sering grogi dan panik. Hal seperti ini yang seharusnya dihindari oleh setiap calon presenter. Sebab saat rasa grogi menghinggap diri dapat mambuat segala sesuatunya menjadi kacau, sehingga menimbulkan kesalahan yang tidak diinginkan. Namun bila rasa grogi ini muncul, tak perlu takut, cukup akui kesalahan Anda dan cobalah untuk tetap tenang dan melanjutkan pembicaraan.

4. Pintar membaca situasi Bila terjadi perubahan situasi di lapangan atau studio, maka seorang presenter harus pintar membaca situasi. Tentu langkah ini dapat dilakukan dengan cara menyesuaikan diri dalam berbagai kondisi, jangan sampai sikap panik meliputi diri. Oleh karena itu tetap fokuskan pikiran dan ajukan pertanyaan terkait peristiwa yang sedang terjadi.

5. Belajar dari pengalaman Seorang pembawa acara tidak akan pernah menjadi presenter sukses dan andal jika dia tidak pernah belajar dari pengalamannya. Karena tanpa belajar dari pengalaman, maka Anda tidak akan bisa maju ke tingkat berikutnya. Selain itu dengan belajar tentu akan semakin mengasah kemampuan yang dimiliki agar menjadi lebih baik.

Untuk diketahui, Coreta Kapoyos bukanlah pemain baru yang hanya berpengalaman seumur jagung. Namun alumni Fakultas Ekonomi Universitas Samratulangi, Manado ini telah malang melintang di dunia pertelevisian. (Amien Palu)

Sosok
“Kartini Masa Kini”

MENYEBUT nama Coreta Kapoyos, pasti Anda langsung mengingat ‘Dunia Dalam Berita’ salah satu program news di Televisi Republik Indonesia (TVRI). Maklum wanita manis yang punya aktifitas “seabrek” ini menjadi presenter beberapa program di televisi milik pemerintah itu. Berpapasan dengan Hari Kartini yang jatuh Selasa (21/4) kemarin, wanita yang mengaku workahoholic dan shopaholic ini menjadi public speaking dalam seminar Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) Sulut di Swiss-belHotel Maleosan.

Presenter TVRI pusat yang juga punya bisnis Event Orginizer (EO) dan Promotion House (PH) ini, membawakan materi komunikasi efektif. “Kartini-kartini masa kini harus memahami komunikasi. Karena komunikasi itu sangat efektif. Anda menguasai komunikasi, Anda menguasai dunia,” kata penggemar musik berirama Jazz, Pop, R n B.

Instruktut/fasilitator John Robert Powers ini menambahkan, kaum perempuan harus terus mengasah kemampuan yang dimiliki saat ini. “Emansipasi itu bukan berarti kita lebih tinggi dari kaum laki-laki. Tetapi bagaimana kita kaum perempuan dan kaum laki-laki bisa sejajar untuk sama-sama membangun daerah dan bangsa kita,” tandas keke Manado yang juga Komisaris Utama Viseta Global Utama. *(hesty)

coreta kartini cs

http://mdopost.com
April 22, 2009 at 11:20 AM

Coreta Kapojos

DI era 88 nama dan wajah Coreta Kapojos sudah tak asing lagi bagi warga Manado. Ya..Ibu tiga anak ini di tahun 1988 banyak diidolakan masyarakat lantaran kepiawaiannya membawa berita di TVRI Manado dan presenter diberbagai acara.

Namun lantaran ingin mengembangkan karir dan mengikuti keluarga terpaksa Coreta hijrah ke Jakarta.’’Dan sampai saat ini tetap bekerja di TVRI tapi di Jakarta.

Ya..dunia presenter khususnya di News memang sudah tak lepas dari aku. Jadi untuk melepaskannya rasanya sulit,’’ujar mama dari Viar, Bobby dan Vita. (art)

Feb 06, 2009 at 09:36 AM

http://www.mdopost.com/

Coreta oo Studio TVRI